Kamis, 16 Agustus 2012

Workshop WriteUp Comedy!

jual bantal foto
Jaman sekarang ngocol di social media bisa jadi harta karun lho.. Tapi ngocol yang gimana duluu sob?? Ada ilmu nya doong.. Kita intip yuk, langkah-langkah mereka yg udah terbukti sukses dengan celotehan komedinya. Semua diKupas habis dalam : “WriteUp Comedy” Workshop & Lomba Penulisan Komedi.

Selain dapet ilmu dari workshopnya, kamu juga bisa ikutan lombanya. Bagi 20 naskah terbaik, tergokil, bahkan terngenes sekali pun.. :p akan dijadikan anthology KomCin (Komedi Cinta) yang akan diterbitkan oleh Gradien Mediatama. So, buat yang suka ngeblog, ngocol di efbi, twiteran jangan sampe ketinggalan acara ini. Untuk informasi lomba bisa dipantau di sini atau di http://www.writeupcomedycrew.wordpress.com atau follow tweeternya @writeupcomedy biar ngga ketinggalan info.

Kapan sih acaranya, min? Catat jadwalnya yaa!
Minggu, 4 November 2012, jam 12.30 s.d 17.30 WIB
Gedung Wahana Bakti Pos, Jl. Banda 30 Bandung.

Pembicara :
 

Arief @poconggg Muhammad 
Blogger dan penulis Best Seller “Poconggg juga Pocong”.
Cita-citanya sih pengen jadi playboy dan pengacara sukses, tapii gara-gara rajin ngocol di tweeter, hokinya malah nulis buku tuh.. kasih tau dong cooong rahasianya..






Iwok “Gokil Dad” Abqari 
Blogger dan trainer online penulisan komedi

Penulis serba bisa ini sering banget dapet wangsit konyol setelah doi menjuarai lomba novel konyol Gramedia 2008. Udah banyak karya-karya komedinya yang terbit seperti Gokil Dad, Pulau Huntu, dll. Prestasi lain di luar komedi salah satunya, doi didaulat untuk jadi penulis novel “King”, yang diadaptasi dari film “King” produksi Alinea Pictures.




Mas Khun
Owner & Editor Gradien Mediatama

Naah ini dia yg empunya jurus-jurus sakti agar naskah komedi kamu nggak belepotan dan lebih tepat sasaran. Aturan mainnya gimana sih biar tulisan komedi kita cepat diterima oleh penerbit? Giliran Mas Khun deh yang jawab yaah :p






Host
Mongol Stress

 "Comic StandUp Comedy MetroTV”

Special acoustic Performance : Gail Satiawaki













HTM:

Pelajar / Mahasiswa 
Early Bird : Rp.75.000 (s.d 15 September)
Normal : Rp.100.000

Umum 
Early Bird : Rp.100.000 (s.d 15 September)
Normal : Rp.125.000

Fasilitas 
Sertifikat, snack, workshop kit
Special bonus : 1 bh buku komedi dari Iwok (hanya untuk 200 pendaftar pertama)

VIP : Rp.200.000
Fasilitas : Barisan depan,  sertifikat, snack+lunch, workshop kit (terbatas untuk 20 orang)
Special Bonus : 1 buah buku komedi masing-masing dari Iwok & Poconggg.

Jangan sampe ketinggalan yaah, ada DOORPRIZE menarik!! Full entertainment deh!!

Informasi & Pendaftaran
0857 9585 6560 (Arin)
0857 9486 1650 (Ikhsan)
Call Center : 022 – 70334493

Cara pendaftaran ONLINE
Biaya pendaftaran di transfer ke Rekening berikut :
Bank BNI 0265307746 a/n Siska Desi Permatasari
Bank Mandiri 9000004661436 a/n Siska Desi Permatasari

Setelah transfer harap mengirimkan SMS konfirmasi ke call center :  022 70334493 dengan format sebagai berikut: 
Ketik : 
Nama - Status Tiket - Jumlah Transfer +3 digit terakhir no HP anda - Nama bank tujuan
Contoh sms dengan no HP 0818615542: 
Siska Permata - Umum - 125.542 - Mandiri
Jangan lupa bawa bukti transfer sebagai tiket masuk saat datang ke acara. Khusus bagi pelajar/mahasiswa harus memperlihatkan ID pelajar / KTM yang masih berlaku.

Sumber : http://titianmc.co.id/index.php/86-featured-training/164-workshop-a-lomba-menulis-komedi

Minggu, 29 Juli 2012

Cara Mengirim Naskah ke Noura Books

jual bantal foto Lagi nyari penerbit untuk naskah kamu? Hmm ... Penerbit yang satu ini boleh banget kamu pertimbangkan. Cek aja dulu info penerimaan naskahnya berikut ini, siapa tahu kamu tertarik :)

Noura Books menerima naskah berupa:

Fiksi, dalam bentuk novel; untuk remaja dan dewasaNonfiksi, dalam bentuk kisah inspirasi, memoar, keislaman (populer), kesehatan, perempuan; untuk remaja dan dewasaPCPK (Penulis Cilik Punya Karya): novel atau kumpulan cerpen, yang ditulis oleh anak-anak usia 7-14 tahun

Kriteria naskah:
1. Naskah harus karya asli
2. Belum pernah dipublikasikan penerbit lain.
3. Memiliki cerita yang unik dan tidak pasaran.
4. Naskah ditulis dengan rapi (logis dan sistematis).
5. Memiliki peluang pasar (marketabilitas) yang bagus.
6. Tulisan utuh/padu (monograf), bukan kumpulan tulisan.
7. Harus menyertakan sinopsis

Prosedur Pengajuan Naskah:
Jika naskah telah memenuhi kriteria tersebut di atas, kirimkan beserta:
1. Surat pengantar.
2. CV (Daftar Riwayat Hidup) dengan alamat lengkap nomor telepon yang dapat dihubungi.
3. Naskah berupa fotokopi (bukan asli/master), hard-copy atau print-out, diketik computer.

* untuk fiksi dewasa, minimal 200 halaman, ketik 1.5 spasi, font times new roman 12.
* untuk fiksi remaja, minimal 150 halaman, ketik 2 spasi, font times new roman 12.
* untuk nonfiksi, minimal 150 halaman, ketik 2 spasi, font times new roman 12.
* untuk PCPK, 45-60 halaman, ketik 1.5 spasi, font times new roman 12.

4. Kirim ke:

Redaksi Noura Books :
Jl. Jagakarsa Raya No.40 RT 07/04
Jakarta selatan 12620
Telp : 021 78880556
email : redaksi@noura.mizan.com


Keterangan:
* Jangka waktu evaluasi naskah maks. 4 bulan.
* Apabila naskah layak terbit, kami akan kabari via surat dan telepon dan dilanjutkan dengan pembuatan Surat Perjanjian. Naskah tidak akan dikirimkan kembali kepada pengirim kecuali disertai perangko yang mencukupi.

Source : Facebook Noura Books

Kamis, 26 Juli 2012

[Lomba Foto] NORAK-NORAK BERGEMBIRA BERHADIAH 3 PAKET BUKU!

jual bantal foto
Udah baca buku NORAK-NORAK BERGEMBIRA, dong? Udah baca juga kegokilan para travellers gokil saat jalan-jalan di luar negeri tentunya?  Belum? Haiyaaaa ... ke mana ajaaa? Ayo, buruan beli! Jangan sampai kamu mati penasaran kalo sampe belum baca buku gokil ini. *Oke, ini terlalu lebay*

Buat yang suka jalan-jalan, atau yang baru mau pertama kali ke luar negeri, buku ini wajib kamu baca. Kenapa? Agar pengalaman dudul para penulis buku ini enggak bakalan kamu alami atau ulangi, dan nama Indonesia bisa terselamatkan dari tindakan tercemar kelakuan dodol warga negaranya di luar negeri.

Nah, dalam rangka launching NORAK-NORAK BERGEMBIRA ini, kita bikin lomba-lombaan yuk? Ada 3 PAKET BUKU dari Penerbit Mizan yang akan dibagikan buat kamu yang berani tampil eksis, narsis, dan manis. Iya betul, LOMBA FOTO BARENG BUKU NORAK-NORAK BERGEMBIRA!

Carannya begimana? Gampang!
  1. Berfoto dan bergayalah dengan buku NORAK-NORAK BERGEMBIRA.
  2. Fotonya di mana? Terserah! Yang sudah punya bukunya, bisa langsung  jeprat-jepret bareng bukunya. Yang belum punya bukunya? Tenang, kamu bisa minjem punya temen (kalo nggak malu), atau ngibrit dulu sejenak ke toko buku terdekat, lalu bergayalah dengan buku NORAK-NORAK BERGEMBIRA yang ada di sana. Nggak beli nggak papa, toh saya nggak bakalan tahu? Hehehe.
  3. Semakin ajaib lokasi fotonya, semakin berpeluang pula kesempatan kamu dapetin hadiah paketnya. Eits, lokasi aja nggak cukup. Gaya kamu di foto pun ikut menentukan poin penilaian dewan juri (SAYA). So, jangan bergaya gitu-gitu doang, yang ajib dong, yang unik, nyentrik, dan WOW banget. Misalnya, foto kamu lagi baca buku NORAK-NORAK BERGEMBIRA sambil berenang! Atau lagi baca bukunya di atas genteng sambil kayang. Atau kalau sempet, kamu bisa naik ke puncak gunung, terus pamerin bukunya di atas sana. *Niat Banget!*
  4. Boleh foto rame-rame? Boleeeh ... mau foto sendiri, foto berdua bareng pacar, bareng temennya pacar, bareng pembantu, bareng bu guru, bareng pak polisi, bareng pramuniaga toko, pokoknya bebaaas. Yang penting, buku NORAK-NORAK BERGEMBIRA-nya harus nongol di foto, dan enggak boleh diumpetin di belakang punggung, atau nyempil kayak upil.
  5. Fotonya pake apa? Boleh pake apa aja. Boleh pake kamera profesional, kamera pocket, kamera Hape, atau pake ulekan juga boleh kalo bisa sih. Yang dinilai adalah kreativitas dan keunikan foto kamyu. Tapi tetep enggak boleh mengandung SARA ya fotonya.
  6. Upload foto kamu di facebook. Lalu tag saya (Iwok Abqary Full) dan lima orang temen kamu lainnya. Yang belum temenan sama saya, boleh inbox ngasih tahu link fotonya. Soalnya akun saya udah full, ga bisa nambah temen lagi. Hebat ya? *Jitak!*
  7. Upload foto kamu selambat-lambatnya hari Minggu, 5 Agustus 2012 pukul 24.00 Wib.
Hadiahnya apa?

Kan udah dibilangin tadi, ada 3 PAKET BUKU menarik yang sudah disiapkan oleh Penerbit Mizan. Yang namanya paket pasti nggak mungkin 1 dong isinya? Iyup, setiap pemenang akan mendapatkan masing-masing 3 buah buku! Wuooow ... Cihuy banget, kan?

Ayo, bahkan dengan modal ngabuburit ke toko buku dan bergaya dengan buku NORAK-NORAK BERGEMBIRA yang dipajang di sana, kamu bisa berkesempatan mendapatkan paket buku keren dari Penerbit Mizan. Kalo mau lebih berpeluang menang, mending beli buku NORAK-NORAK BERGEMBIRA-nya, terus cari lokasi paling asyik untuk mengekspresikan gaya kamu. Ingat lho, 3 PAKET BUKU untuk 3 orang pemenang.

Ditunggu kiriman foto-fotonya. ^_^

Minggu, 15 Juli 2012

Pesta Awug - Gathering Forum Penulis Bacaan Anak

jual bantal foto
Sebenarnya saya sudah agak-agak ciut berangkat ke Pesta Awug ini. Gimana enggak, semalam sebelumnya arus jalan Tasik menuju Bandung macet parah. Akibatnya selama 8 jam antrean kendaraan diam manis tak bergerak. Cihuy banget, kan? Bukan hanya karena minggu ini adalah akhir masa liburan sehingga semua pelancong berbondong-bondong pulang ke kandang tempat asal, tapi juga banyak perantau yang sengaja pulang kampung untuk mengikuti acara munggahan bareng keluarganya menjelang ramadhan minggu depan. Dan yang bikin arus lalin menjadi tak terkendali adalah adanya truk TravoPLN yang menggelinding sepanjang jalan dari Bandung menuju Tasik. You know lah gimana truk segede gaban itu harus berjalan. Iya bener, NGESOT! Apalagi jalanan dari Bandung - Tasik itu asoy banget medannya; udah jalanan sempit, melingker-lingker, trus turun naik dengan indahnya. Akhirnya, semua kendaraan pun harus pasrah menerima nasibnya.

Nah, mengingat info yang saya dapat malam itu dari korban kejadian, semakin jiperlah saya untuk maksa pergi ke Bandung. Gimana kalau macet ternyata masih berlangsung rubber-set? Gimana kalau saya malah mendapatkan macet tambahan lebih dari 8 jam? Gimana kalau pas nyampe di Mizan acaranya sudah bubar? Gimana kalau pas nyampe sana makanan sudah habis? *geplak* Saya pun tidur tidak tenang malam itu *halah*

Tapi the show must go on. Setengah 6 pagi saya sudah meluncur ke terminal bis. Demi awug, segala rintangan harus diterjang. Ciyaaaaat .... dan ternyata, macet masih berlangsung bo! Hiks ... tadinya saya mikir kemacetan tadi malam sudah terurai dan pagi-pagi kendaraan sudah melenggang bebas. Tapi ternyata setelah TravoPLN menyingkir, kali ini giliran sebuah truk pengangkut kabel yang nyangkut di Tanjakan Gentong, malang melintang dengan riangnya di tengah jalan. Oh tidaaaaaak ..... jam 9 aja masih di wilayah Tasik, mau kapan nyampe bandungnya?

Sebenernya saya udah niat mau turun dari bis terus balik kanan grak. Nggak bakalan bener kalau diterusin, pikir saya. Tapi ternyata dari arah berlawanan pun nggak ada bis yang lewat. Lah, terus pulangnya naik apa? Jalan kaki berpuluh kilometer? Idih, kasihan dong kaki saya yang imut ini. Akhirnya dengan pasrah saya pun bobo *weleh*. Eh, eh, ternyata bis mulai jalan, mesti tetep ngesot dengan gemulai. Ngesot dikit, terus brenti, terus ngesot lagi. Gapapalah, yang penting bisa jalan. Mudah-mudahan habis ngesot bisa ngacir lagi dan nyampe cinambo sebelum jam 12, biar saya nggak kehabisan makanan. *cetuk!*

Lepas Malangbong, kemacetan pun terurai. Kudaku pun lari dengan kencang. Hiyaaaa ... tuk-tik-tak-tik-tuk. Tarik Maaaaaang ....

Pukul setengah 12, akhirnya saya tiba di Mizan dengan selamat, dan makanan pun ternyata masih tersaji  utuh *Plaaakk*. Fyuuuuh ... *elus-elus perut* Ternyata di lokasi sudah sangat rame. Ya iyalaah ... yang lain nggak pada telat kok. Kontingen dari Jakarta kabarnya banyak yang telat juga  akibat terhambat beberapa kecelakaan di jalan tol, tapi tetep tidak setelat kontingen dari Tasik. Ya sudahlah, yang penting saya sudah nyampe. Horeeeee .....

Pesta Awug memang gelaran istimewa yang diusung FPBA - Forum Penulis Bacaan Anak. Sudah sejak jauh hari event ini disebar dan menimbulkan respon yang luar biasa dari anggotanya. Ada yang girang karena mau ikutan, ada yang sedih karena kejauhan dan ga bisa datang, ada juga yang biasa aja. hehehe. Yang jelas, Pesta Awug selalu jadi trending topic di grup FPBA.

Oya, Pesta Awug adalah sebuah acara gathering buat seluruh member FPBA yang diisi dengan gelaran beberapa mini workshop di dalamnya. Kenapa dinamakan Pesta Awug? Ya, karena makanan bernama awug ini begitu fenomenal di kalangan Pabers. Awug adalah sejenis penganan tradisional Jawa Barat (di daerah lain juga ada tapi dengan bentuk dan nama yang berbeda) yang terbuat dari tepung beras yang dikukus bersama gula merah, lalu disajikan dengan taburan serutan kelapa. Rasanya manis, kenyal dan gurih. Penganan ini sudah jadi semacam makanan wajib di dunia Paberland. Sejak dihadirkan saat gathering ke-2 di Salam Book House Bandung, nama Awug tiba-tiba meroket luar biasa dan kemudian menjadi menu wajib di setiap acara FPBA.

Kali ini AWUG kembali disematkan oleh FPBA bukan karena membernya pada doyan makan (itu juga sih sebenernya. hehehe), tapi karena AWUG merupakan singkatan dari Acitya Wiyasa Udyana Gunem, yang artinya Pengetahuan Membangun Taman Kata. Singkatan ini diambil dari bahasa Sangskerta dan dirumuskan oleh Mba Ary Nilandari, salah seorang Moderator di FPBA.

Kantor Mizan jadi lautan Pabers siang itu. Ya, ya, ya, lebay sih, tapi memang begitulah kenyataannya. Di setiap sudut kantor Mizan akan selalu ditemukan Pabers. Begitu masuk, saya langsung dihadapkan oleh sejumlah Pabers yang lagi gelutukan di lantai. O-ow, ada apakah ini? Ternyata mereka adalah peserta kelas workshop editing yang sedang dipandu oleh Uni Eva Nukman dan Kang Dadan Ramadhan. Karena pesertanya yang membludak, akhirnya lantai dasar kantor Mizan disulap jadi ruang workshop dengan suasana serius tapi santai. Jadi yang mau duduk di kursi mangga, yang mau gelutukan di karpet juga silakan. Yang penting materinya asyik punya dong, cuy!

Di ruang meeting, lantai 2, digelar kelas workshop menembus media asuhan Kak Chris Oetoyo dan Kak Veronica dari Majalah Bobo. Dua nama yang sudah malang melintang di jagat media majalah anak-anak tanah air. Siapa yang nggak ngiler kan mendengar bocoran dan tips mereka tentang mendobrak pintu-pintu media untuk karya kita?

Di gedung samping, ada dua kelas workshop lagi, yaitu kelas Ilustrasi bersama Kak Giant Sugianto dan Kak Evelyn. Udah tahu dong kalau dua nama itu adalah jajaran ilustrator cerita anak yang keren punya? Dan satu kelas lagi adalah workshop Menembus Penerbit yang sedianya akan diasuh Kak Tethy Ezokanzo dan Kak Imran Laha (penerbit Ufuk Kecil). Berhubung Kak Imrannya masih terjebak macet dan nyasar di rimba kota Bandung, akhirnya Kak Tethy yang menghandle kelas dari awal sampai akhir. *applause*

Eits, jangan lupakan ruangan kecil yang agak tersembunyi di bagian depan. Di sana ada Mba Ary Nilandari yang sedang memimpin sepasukan Pabers untuk bungkus-bungkus doorprize. Saya sempat bengong melihat segunung buku yang sedang dibungkus-bungkus untuk dibagikan. Serius, segunung! Huwaaaa ... kenapa nggak buat saya ajaaaaa? *dikeroyok*

FPBA memang berusaha tidak main-main dengan setiap gelaran yang diadakan. Terbukti seluruh moderatornya ikut hadir untuk mensupport seluruh kegiatan. Ada Mas Ali Muakhir, Bhai Benny Rhamdani, Bunda Peri Ary Nilandari, Mas Giant Sugianto, Mas Sokat Rahman, Mba Ratih Soe, Kang Dadan Ramadhan, dan .... SAYA! Hehehe. Formasi cukup lengkap nih, mengingat dua moderator lagi terpisahkan jarak dan waktu. Yang jelas, Beby Haryanti Dewi di Aceh, dan Erlina Ayu di Makassar pasti sedang nangis darah pas berlangsungnya acara ini. Hihihi ... lebay lagi.

Jam dua belas lewat, kelas workshop harus disudahi. Pasti banyak yang kurang puas karena pastinya masih banyak pertanyaan yang harus diungkapkan. Tenang, biarkan sisanya untuk materi bahasan pas ngumpul-ngumpul lagi. Yang jelas, semua digiring ke lantai tiga untuk solat zuhur bersama. Saya dan beberapa Paberman sempat nongkrong di balkon sambil nunggu antrian wudhu. Ternyata anginnya kuenceng banget ya di situ. Brrrr ....

Makaaaan ... setelah solat apalagi yang ditunggu selain membantai seluruh hidangan yang ada? Ah, begini nih asyiknya kalau ngumpul sama Paberwati, nggak bakalan kelaparan! Suwer dah, saya sampai bingung lihat jejeran makanan di meja. Sambil celingak-celinguk, saya mulai milih-milih mana yang akan dimakan duluan dan mana yang akan dibungkus. *Hus!* Coba ya, segala macam makanan ada. Mulai dari cilok sampai siomay. Dari mendoan sampe tahu sumedang. Ketan serundeng sampe lupis. Jeruk, stroberi, melon sampe semangka. Spagheti sampe bala-bala. Es yogurt sampe segala jenis keripik. Huwaaa .... ini beneran pesta. Sikaaaat .... dan bisa ditebak, akhirnya saya kalap. :p

Mulut-mulut masih terlihat masih penuh saat duo MC naik ke panggung. Mba Wylvera dan Mami Ina Inong hadir ceria dengan nuansa ungu, meminta perhatian agar pandangan segera dialihkan ke panggung dan bukan ke meja makanan. Hehehe ... acara selanjutnya mau dimulai soalnya. Apalagi kalau sesi Gathering FPBA. Acara pembuka adalah sambutan dari Mas Ali, selaku founder FPBA didampingi oleh Om Djokolelono sebagai sesepuh. Hihihi ... ampun Om. Di sini Mas Ali menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh Pabers karena eksistensi FPBA dan kegiatannya ternyata mendapatkan penghargaan dari Jakarta Book Fair dan mendapatkan penghargaan sebagai salah satu komunitas penggiat buku terbaik tahun 2012. Alhamdulillah ...

Acara selanjutnya adalah sambutan dari Mas Andy Yudha selaku salah satu pembina FPBA. Lho, Mas Andy kan ada di Belgia? Halah, sekarang kan zaman teknologi, you know. Orangnya ada di mana kan nggak ribet lagi. Terbukti Mas Andy mengirimkan video sambutannya yang direkam di salah satu monumen kemerdekaan negara Belgia. Yang seru, sambutan Mas Andy didampingi oleh Mio, sosok kucing ciptaan beliau yang karakternya sudah melekat banget bagi pembaca buku anak-anak. Wiiih ... ternyata Mio ikut ke Belgia juga toh.

Dan, saatnya mendatangkan ... AWUG! Sebuah tampah berisi gunungan awug dan teman-temannya segera dihadirkan ke tengah panggung. Tim13, moderator FPBA, pun diundang naik panggung untuk melaksanakan pemotongan gunung awug sebagai simbol Gathering dan Pesta Awug akan dimulai. Bhai Benny memotong awug pertama dan diserahkan kepada Om Djokolelono yang sudah ikut mensupport FPBA selama ini. Mas Ali memotong awug kedua, dan menyerahkan kepada Erna Fitrini, salah satu Paber yang sudah menunjukkan perkembangan luar biasa dengan karya-karyanya sejak bergabung di Paberland. Mba Ary memotong awug ketiga, dan menyerahkan kepada para illustrator (diwakili Evelyn), partner kerja hebat bagi para penulis. Tanpa goresan keren para illustrator, cerita yang ditulis tidak akan seindah seperti yang biasa kita lihat sekarang. --- beberapa waktu kemudian setelah pemotongan simbolis usai, saya memotong gunungan awug ini, dan menyerahkannya kepada .... saya sendiri. Maaf, saya masih lapaaaaar*

Dan keriuhan pun mulai menggila. Duo MC mulai bagi-bagi doorprize dan membuat massa menjerit-jerit. Oke, ini lebay juga. Tapi tentang bagi-bagi doorprizenya beneran lho. Semua mupeng, semua tunjuk tangan, nggak peduli jawabannya nanti bener apa nggak. Pokoknya ngacung dulu! Mba Ary kemudian memimpin lomba menulis cerita berima sepanjang 12 baris dengan waktu 15 menit saja. Wiiih seru.

Fashion show adalah ajang berikutnya. Kali ini semua Pabers yang hadir HARUS ikutan. Bhai Benny sudah memegang absensi soalnya, jadi semua bakalan dipanggil (kecuali juri dong. Uhuuuy). Sebagai alat peraga, peserta harus membawa sebuah buku dan mempromosikan buku itu pada penonton. Yang gayanya paling cihuy, dapat hadiah boneka dari Pelangi Mizan. Sebagai contoh, Bhai Benny memperagakan berjalan di catwalk sambil memeragakan bukunya. Beda lah kalau mantan model, gayanya cihuy banget nih, bikin calon peserta langsung pada minder. Eh minder? Nggak juga ding, malahan gayanya lebih gokil dan bikin ngakak jungkir balik. Sebagai juri yang harus memutuskan lima model terbaik, saya dan mas Sokat sampe berantem di ruang meeting (boong deng). Akhirnya terpilih deh 5 orang yang berhasil membawa pulang sebuah boneka paus biru yang lucu dan imut seperti saya, yaitu Achi-TM, Syifa Kamila, Giant Sugianto, Irfan Hasuki, dan Haya Aliya.

Acara belum usai sampai di sana. Doorprize masih menumpuk dan terpaksa harus dibagi-bagi. Akhirnya kuis dadakan pun digelar sampai titik darah penghabisan. Meski gagal mendapatkan buku-buku set-box yang menggiurkan (Halo Balita, My First Alquran, dll), akhirnya saya berhasil menebak pertanyaan Bhai Benny untuk pertanyaan : "Apa judul buku Dee Lestari yang terakhir?" Sebagai hadiahnya, saya berhak mendapatkan buku BIG NATE. Eh? Huwaaa ... itu kan saya sudah punya. Lah, saya yang ngendorse buku itu di covernya kok. Hiks ... akhirnya setelah mengancam Achi-TM, akhirnya dia mau juga barter novelnya, terbitan Bentang Belia. Asyiiiik.

Doorprize masih setumpuk. Panitia kembali mencari siasat lain untuk membagikan hadiah. Pertama adalah, setiap anak kecil yang datang dikasih sebuah buku! Huwaaa ... tahu gitu saya bawa rombongan dari rumah. Lumayan kalau bawa dua anak saya, plus 5 ponakan, saya bisa dapat 7 buku. Terus, setiap kelas workshop dipilih peserta tercantik. Eh, salah ding, terbaik! Masih ada lagi? Masiiiih .... Pak Bambang Trim malah membawa segembolan buku yang sengaja dibagi satu orang satu. Wiiiiih .... Jangan heran kalau setiap peserta pulang-pulang bawa gembolan buku. Kurang baik apa sih kita? *digebukin*

Belajar sudah, makan sudah, bagi-bagi buku sudah, cekakak-cekikik sudah, foto-foto apalagi, akhirnya tiba saat yang mengharukan. Pulang. Hiks ... kenapa waktu cepat berlalu? *mulai deh lebay lagi*. Jam 4 sore lewat, seluruh acara tuntas sudah. Diakhiri foto bersama di halaman Mizan, satu per satu Pabers undur diri. Kalau datangnya banyak yang masing-masing, kali ini jadi berkelompok-kelompok. Yang ini ikut rombongan ini, yang itu ikut rombongan itu. Yang ke Jakarta, Cimahi, Depok, Bekasi, dan lain-lain. Semua ke arah barat semua, sampe akhirnya saya bengong sendiri. Hiyaaa ... yang arah timur saya sendiri. Nebeng siapa dong? Saya celingukan. Semua kendaraan sudah keluar gerbang Mizan dan saya cengo sendiri di halaman. Hiks ... saya merasa jadi anak tiri yang terbuang *sinetron banget dah*. Sampai kemudian mata saya berbinar, ahay ... saya nebeng dia saja! Kang Rama baru keluar kantor Mizan dan saya lari menghampiri.

"Lho, kang Iwok belum pulang? Mau nginep di sini?" tanya Kang Rama kaget.
"Saya tersesat kang, bisa nggak kalau anterin saya pulang? Hiks ... saya takuuuut ..." jawab saya akting.

Ya, ya, itu dialog imajiner aja sih. Aslinya sih nggak gitu kaleee. Aslinya saya langsung ngomong; "Kang boleh nebeng ke Cibiru? ke Pool Bis Budiman!"
Kang Rama yang ditodong begitu tentu saja nggak bisa nolak, soalnya kalo nolak saya bisa mogok nggak mau kirim naskah ke Mizan lagi. Eh, malah saya yang rugi dong ya?  Hihihi ... Mungkin karena kasihan saya celingukan sendiri di Mizan, akhirnya diangkutlah saya. Horeeee .... Selamaaat.

Selamat? Pikiran saya langsung horor; Apakah jalanan menuju Tasik masih dilanda kemacetan seperti tadi pagi? APakah justru malam minggu seperti ini kemacetan biasanya akan makin menggila? Huwaaaaa ..... *kelojotan*[]


Catatan :
Sebagian foto hasil nyulik dari koleksi/jepretan Raatje Maritje

Jumat, 15 Juni 2012

#NovelWritingClass GRATIS! - Gradien Mediatama

jual bantal foto Kamu mau jadi penulis novel tapi merasa keinginan itu menggantung sebagai cita-cita belaka? Naskahmu macet sana-sini tak kunjung selesai ditulis? Atau, naskahmu ditolak melulu oleh banyak penerbit dan membuatmu putus asa? Jangan khawatir. Hampir semua penulis beken dan keren juga mengalami proses menempuh “jalan berduri” ini.

Tahukah kamu bahwa “semua ada ilmunya”? Itu bermakna, semua bisa kita pelajari loh. Termasuk soal-soal di seputar menulis novel. Memang sih, mengandalkan bakat alam semata rasanya enggak memadai banget deh. Nah, dengan semangat ini, seiring dengan tersedianya “home training” di tempat kami sebagai basecamp para penulis, Gradien mau mengajak kamu belajar dan berbagi ilmu. Mau tau detailnya? Catat ya…


Nama Even:
#NovelWritingClass

Kapan:
5 Juli & 6 September 2012
Pkl 08.30-17.00

Di Mana:
Home Training Gradien Mediatama
Jl. Gedongkuning Selatan 117-118
Kotagede, Yogyakarta.

Rangkaian Proses:
5 Juli 2012 – Pelatihan Sesi 1-4
6 Agustus 2012 – Batas Akhir Pengumpulan Tugas Pertama
31 Agustus 2012 – Batas Akhir Pengumpulan Tugas Kedua
6 September 2012 – Pelatihan Sesi 5-8
6 Oktober 2012 – Batas Akhir Pengumpulan Tugas Ketiga
6 November 2012 – Pengumuman Naskah Terbaik

Syarat Peserta:
1. Berusia 17-35 tahun, berasal dari mana pun yang bisa hadir di Yogyakarta
2. Sanggup menghadiri semua sesi dan bersedia mengerjakan tugas-tugas yang diminta
3. Melamar dengan mengajukan Sinopsis asli (bukan plagiat) yang belum pernah ditulis menjadi novel, dalam 2 halaman (A4, Arial 11, 1,5 spasi)
4. Sinopsis harus mempunyai awal, tengah, dan akhir cerita (bukan blurp).
5. Sinopsis harus dilengkapi dengan Judul, Subjudul (tagline), dan keterangan Genre.
6. Lampirkan Data Diri dalam 1 halaman terpisah: Nama, Tempat dan Tanggal Lahir, Alamat, Nomor Telp, Pendidikan terakhir, dan sebutkan 2 judul novel terakhir yang dibaca
7. Sinopsis dikirimkan melalui email ke dengan Subject: NovelWritingClass – [nama Anda]
8. Tenggat pengiriman lamaran pada 24 Juni 2012
9. Pengarang yang tidak mengikuti Sesi 1-4 secara penuh, dianggap gugur dan tidak berhak mengikuti Sesi 5-8
10. Peserta yang tidak mengumpulkan Tugas Pertama dan Tugas Kedua, dianggap gugur dan tidak berhak mengikuti Sesi 5-8

Metode Rekrutmen:
Untuk menjaga efektivitas pelatihan, panitia berhak penuh (mutlak) memilih 15 peserta untuk angkatan pertama ini. Pengumuman peserta pada 2 Juli 2012

Apresiasi:
Naskah-naskah terbaik akan dibukukan oleh penerbit Gradien, dan pengarang berhak atas royalti sebagaimana mestinya. Naskah-naskah yang belum berhasil menjadi naskah terbaik, akan dibimbing dalam proses revisi sehingga diharapkan menjadi naskah yang layak untuk diterbitkan.

Catatan:
Peserta program ini tidak dikenai biaya apa pun.

Sumber : http://bloggradien.wordpress.com/2012/06/15/novelwritingclass/#comment-1149

Senin, 11 Juni 2012

[Tips Menulis] Disiplin Menulis

jual bantal foto Yuk lanjut ngobrolin penulisan lagi. Kali ini kita bahas tentang Disiplin Menulis.

Menulis itu adalah sebuah profesi yang harus diperlakukan sama dengan profesi lainnya. Kalau untuk mengejar karir di profesi lain dibutuhkan kerja keras dan disiplin kerja yang tinggi, menulis pun tidak berbeda. Menulis pun butuh proses yang tidak sebentar sampai goal yang kita inginkan benar-benar tercapai.

Lalu, bagaimana caranya agar kita bisa produktif dalam menulis? Nah, berdasarkan pengalaman saya, berikut beberapa tips Disiplin Menulis kaitannya dengan Produktif Menulis.

  • Buat Jadwal Menulis
Bagaimana bisa produktif kalau jadwal menulis saja maih acak-acakan. Ayo, sudah saatnya kamu membuat jadwal menulis tersendiri. Setiap orang punya kesibukan tersendiri. So, kapan jadwal luang kamu untuk bisa menulis dengan nyaman? Setiap orang punya waktu kenyamanan tersendiri saat menulis. Ada yang senang menulis saat subuh, pagi hari, siang hari, atau bahkan sore atau malam hari. Jadwal mana pun yang dipilih tidak jadi masalah. Kita sendiri yang menjalani dan menikmati kenyamanan itu kok.

Saya menulis malam hari. Biasanya mulai pukul 9 sampai pukul 1 dini hari. Bukan hanya karena sudah nyaman di zona itu, tapi karena siang saya ngantor dan tidak memungkinkan untuk nulis. Karena sudah terbiasa nulis malam hari, saat libur Sabtu-Minggu pun, saya tetap nggak nyaman nulis siang hari. Lebih baik  waktunya saya gunakan untuk istirahat atau main dengan anak-anak. Hey, jadi produktif bukan berarti melupakan orang sekitar, kan?

Jadi, kapan jadwal nyamanmu untuk menulis?
  • Lalu, disiplinlah!
Percuma punya jadwal menulis kalau ternyata nggak pernah digunakan. Iya toh? Gimana mau produktif kalau disiplin terhadap jadwal yang ditetapkan saja sudah sering dilanggar. Disiplinlah. Duduklah di depan laptop/PC setiap kali jadwal menulis tiba. Lalu menulislah. Sekali kamu memberikan excuse untuk melanggar jadwal yang sudah ditetapkan, maka besok harinya pun kamu bisa saja memberikan excuse yang serupa. Hellooow ... jadi kapan mau nulisnya kalau bolos mulu?

Apakah jadwal menulis itu harus setiap hari? Well, kamu yang harus putuskan; mau seproduktif apa sih kamu dalam menulis? Setiap hari menulis pasti lebih bagus karena akan semakin banyak tulisan yang kamu hasilkan. seminggu 5 kali? Oke. Seminggu 3 kali? Silakan. Seminggu sekali? Yeah, terserah deh. Nggak niat amat ya bikin jadwal? Hehehe.

Lamanya kamu menulis per jadwal nulis kamu juga gimana kamu enaknya. Tapi, setidaknya satu jam itu adalah angka minimal. Tetapkan bahwa kamu akan menulis selama satu/2/3 jam per jadwal menulis *you decide* lalu laksanakan. Jangan biarkan rasa malas menguasai sehingga kamu bisa bilang; "Oke, hari ini terlalu malas untuk menulis. Besok saja ah." Dijamin, besok lusa kamu akan dengan gampang mengatakan hal yang sama.

Disiplin akan membuat menulis menjadi sebuah kebiasaan. Kalau sudah terbiasa, melewatkan satu hari tanpa menulis pasti akan merasa ada sesuatu yang kurang. Ini bukan bohong, coba saja.
  • Buat Target!
Loh, tapi saya kan penulis baru yang belum pengalaman? Tenang, sistem target tidak mengenal kasta. Sistem target bisa memicu seseorang untuk lebih semangat dan produktif dalam menulis. Untuk penulis profesional, target yang ditetapkan mungkin akan jauh lebih tinggi dibanding penulis baru. Kalau penulis baru menargetkan satu halaman per jadwal menulis, penulis profesional bisa saja 10 kali lipat dari angka itu. Atau lebih! Tapi, sama-sama punya target, toh?

Kenapa harus pakai target? Tentunya agar kamu lebih punya tujuan. Target juga akan memacu kita untuk tidak seenaknya terhadap kegiatan yang sedang dilakukan. Setidaknya target akan memaksa kita menciptakan hasil. Apa nggak bangga kalau di satu jadwal menulis kita bisa mengatakan; "Tulisan ini lho yang saya hasilkan hari ini!"

Target membuat kita lebih disiplin dalam menulis. Dengan target pula kita bisa mengira-ngira seberapa lama kita bisa menulis sebuah naskah. Katakanlah untuk menulis sebuah novel remaja dengan ketebalan standar minimal 100 halaman. Dengan menargetkan menulis 3 halaman sehari saja, maka dalam sebulan sebuah naskah novel pun bisa terwujud! Hurraaay!

Hanya kita yang bisa mencanangkan target. Kemampuan setiap orang pasti berbeda-beda. Kalau kita baru mampu menulis satu halaman per hari, ya targetkan 1 halaman saja. Tidak usah ngiri karena orang lain sudah pasang target 3. Kalaupun pada saat menulis ternyata kita bisa melampaui target, ya itu bagus. Saat kemudian 1 halaman sudah terlampau ringan, naikkan targetnya menjadi 2 halaman. Dan seterusnya. Dengan pencanangan target bertingkat ini, kita bisa merasakan kecepatan menulis kita semakin meningkat dengan sendirinya.
  • Reward dan Punishment
Bikin kamu semakin sadar bahwa proses menulis bukan kegiatan iseng saja, tapi sebuah proses yang sangat serius untuk dijalani. Tentunya ini berlaku untuk kamu yang benar-benar ingin jadi penulis. Yang cuma iseng, ya silakan saja ikuti kata hari. Terapkan sistem Reward dan Punishment. Berikan reward kalau kita mencapai progres yang menyenangkan, dan berikan punishment kalau kita ternyata gagal menerapkan disiplin atau target yang dicanangkan.

Contohnya begini (maaf kalau contohnya kurang mendidik) ; Karena saya perokok, maka saya akan memberikan reward berupa kesempatan untuk merokok satu batang (saja) hanya bila saya sudah menyelesaikan satu halaman! Kalau saya belum melewati satu halaman, berarti tidak ada kesempatan untuk merokok dulu. Karena itu saya harus mengejar satu halaman kalau memang sudah sangat ingin merokok. Ini yang saya maksud dengan kerja keras. Harus ada usaha untuk kenikmatan yang ingin kita capai.


Atau contoh lain deh. Saya boleh bikin mie rebus (biasanya kalau begadang kan enak banget tuh bikin mie) hanya kalau saya sudah menyelesaikan dua halaman tulisan. Jadi jangan sampai kenyang didulukan tapi target terlunta-lunta. Habis makan malah ngantuk dan target pun bablas. Wassalam!

Untuk punishment pun berlakukan hal yang sama. Ada kalanya kita tidak berhasil mencapai target harian. Well, oke, kalau sudah mentok memang susah dipaksakan. Tutup laptop, lalu tidur. Eits, tapi jangan biarkan target berlalu begitu saja. Berikan punishment karena target adalah target. Berapa target harianmu? 3 halaman per hari? Dan berapa halaman yang sudah kamu tulis hari ini? 2 halaman? Oke, berarti kamu hutang 1 halaman untuk besok. Target harian 3 halaman, ditambah satu halaman hutang. Besok kamu harus menulis 4 halaman! Tidak mau tahu!

Lalu bagaimana kalau hari ini kamu sudah menulis 4 halaman padahal targetnya cuma 3? Bagus, berarti target kamu besok berkurang 1 halaman. Besok kamu tinggal mengejar 2 halaman tersisa. Cukup fair kan?
  • Siapkan Amunisi
Oke, memikirkan sebuah tulisan bisa bikin kelaparan dan kehausan. Tapi ingat bahwa konsentrasi pun harus tetap terjaga saat kita menulis. Agar lapar dan haus tidak mengganggu, ayo siapkan amunisi kamu sebelum mulai menulis. Yang suka ngopi atau ngeteh manis untuk menemani menulis, ayo seduh dulu. Simpan di tempat yang bisa terjangkau dengan mudah. Punya cemilan? Ayo taruh deket-deket juga.

Jangan sampai konsentrasi nulis kamu terganggu gara-gara; "haduh, minum kopi kayaknya enak nih." terus kamu ke dapur lalu nyeduh kopi dulu. Atau, "laper nih, bikin mie goreng mantep juga kayaknya ya?" dan kamu pun sibuk di dapur bikin mie goreng. Lah, jadi nulisnya kapaaaan? Konsentrasi pun bisa buyar kalau banyak selingan iklannya kayak begitu.

Amunisi memang perlu, tapi mbok ya yang wajar-wajar aja. Jangan sampai acara ngemil lebih mendominasi dibanding nulisnya. Mau nulis apa makan? :D
  • Fokus!
Namanya aja menulis, pastinya butuh konsentrasi tinggi. Karena itu kalau mau nulis jangan sambil nonton infotainment deh. Atau jangan sambil buka-buka fesbuk. Dijamin, pastinya bakalan lebih banyak komen-komen status dibanding nulisnya itu sendiri. Jauhin dulu. Toh kalau sudah beres kewajiban nulis, kamu bisa nyalain TV atau fesbukan lagi. Ya toh?

  • Selamat menulis. :)

Kamis, 07 Juni 2012

[Tips Menulis] Persiapan Menulis

jual bantal foto Masih banyak yang nanya, apa sih yang harus disiapkan apabila ingin jadi penulis? Hmm ... sebenarnya setiap penulis mempunyai kiat-kiat yang berbeda. Ada yang suka begini, ada yang suka begitu, tergantung kebiasaan masing-masing. Nah, kalau nanya saya, maka beberapa hal yang harus kamu lakukan apabila ingin belajar menulis adalah sebagai berikut, sesuai dengan pengalaman yang biasa saya lakukan :

  • Niat
Duduklah depan laptop/PC lalu berdoalah sebelum memulai. Segala sesuatu yang dimulai dengan doa biasanya akan memberikan suntikan semangat tersendiri. Baca bismillah, dan bulatkan niat bahwa saya akan menulis, bukan untuk fesbukan, twitteran, main game, atau browsing sana-sini.
  •  Yakin
Yakinkan diri sendiri bahwa saya memang bisa menulis. Banyak calon penulis yang sudah mengkeret duluan bahkan sebelum memulai. Belum-belum mereka sudah minder duluan dan merasa 'ah, saya kan penulis baru. tulisan saya pasti enggak akan dilirik penerbit/media. Tulisan saya pasti enggak bakalan sebagus Andrea Hirata atau Dee Lestari.'. Jiyaah... kalau belum-belum sudah kalah duluan, gimana bisa semangat menulis? Justru, jadikan cambuk kalau kita bisa seperti mereka, penulis-penulis hebat yang sudah sukses dalam karyanya. Mereka saja bisa, kenapa kita tidak?

  • Tulis Apa yang Kita Bisa
Siapa yang tidak mau menulis sebagus dan sedetil Andrea Hirata? Siapa yang enggak ngiler lihat A. Fuadi yang sukses dengan Negeri 5 Menara? Siapa yang enggak ngarep bisa nulis serial keren seperti Supernova-nya Dee Lestari? Bahkan, siapa yang enggak mau kaya raya seperti JK. Rowling? Menggiurkan memang. Tapi, apakah genre tulisan seperti mereka yang kita kuasai? Apakah tema seperti itu yang bisa kita tulis?

Kalau tidak, jangan memaksakan diri! Tulislah apa yang memang bisa dan kuasai. Setiap orang punya kemampuan dan genre masing-masing kok, jadi enggak usah mengeluh karena kita tidak bisa menulis apa yang orang lain bisa. Semua genre sama bagusnya, sama menariknya, dan sama-sama berpeluang menjadi hits. Kuasai dulu apa yang kita mampu. Setelah itu, tidak ada salahnya untuk mencoba genre lainnya. Siapa tahu kita memang bisa menulis beberapa genre sekaligus.

  • Mulailah Menulis
Tulis! Tulis! Tulis! Itu tips yang sering kita dengar dari hampir seluruh penulis hebat. Tulislah apa yang berkelebat di kepala. Secara tidak langsung, pikiran kita biasanya akan membawa kita pada alur yang sudah tersusun dengan sendirinya. Tugas kita hanyalah memindahkannya pada bentuk tulisan. Sulit? Pada awalnya pasti begitu. Pekerjaan apapun pada awalnya pasti akan mengalami berbagai kesulitan dan kendala. jarang sekali sebuah bidang pekerjaan baru akan dilakukan dengan mulus. Tapi ingat, di sanalah ujian sesungguhnya. Bisakah kita melalui kendala itu?

Tulis dan tulis! Abaikan dulu ketakutan kalau tulisanmu jelek atau banyak salah. Biarkan saja dulu. Kalau kita selalu berkutat di paragraf yang sama, kapan akan selesainya? Ada saatnya kita harus kembali ke paragraf awal untuk membaca ulang dan melakukan editing atau revisi sesuai yang diinginkan. Tugas pertama adalah selesaikan tulisan sampai TAMAT.

  • Editing/Revisi
Sudah selesai tulisannya? Cerpen/essay/novel atau apapun itu tidak masalah, yang penting tamat. Ayo kembali ke paragraf pertama. Baca ulang. Ada typo atau salah ketik? Ayo edit! katanya, editor paling benci kalau melihat typo yang berserakan. Bahkan kita pun sering sebel kalau membaca sebuah buku yang banyak salah ketiknya, kan? Jangan remehkan masalah ini.

Ada bagian-bagian yang tidak pas? Tiba-tiba terbersit untuk membuat adegannya menjadi lebih oke? Ayo saatnya revisiii ...naskah yang lebih cantik dan lebih menarik pasti akan membuat peluangnya menjadi lebih besar untuk diterbitkan atau dimuat media.Menulis itu membutuhkan proses, tidak dengan sekelip mata maka semuanya akan jadi bagus. Sebuah buku best seller terkadang memerlukan proses penulisan yang panjang dan revisi yang berulang.
  • Menulis dan Menulislah 
Tidak banyak penulis yang diberikan bakat luar biasa yang tulisan pertamanya sudah bisa layak terbit atau muat. Sisanya adalah mereka yang harus berjuang dan merangkak memperjuangkan karir kepenulisan mereka dari bawah. Mencapai keberhasilan tidak bisa instan. Hanya yang berjuang keras dan tahan banting yang bisa melaju ke tangga kesuksesan.

Menulis dan menulislah terus, karena setiap kali menulis maka kemampuan kita pun akan bertambah dengan sendirinya. Hasil akhir adalah ujung dari setiap proses yang kita lakukan. Jadi? Menulislah.


Lalu, apakah menulis itu harus sekaligus jadi dalam satu kali duduk di depan laptop/PC? Oh tentu saja tidak. Tidak setiap orang diberikan kemampuan dan kelancaran ide secemerlang itu. Terkadang untuk sebuah cerita pendek atau essay singkat pun perlu waktu berhari-hari menuliskannya. Insya Allah akan saya tulis dan bahas dalam postingan selanjutnya. Ingatkan saya ya :)