jual bantal foto
Kamis, 31 Mei 2012
Senin, 28 Mei 2012
WritingCampBintan - Liburan Sambil Menulis
jual bantal foto
Berawal dari sebuah rencana sederhana untuk sejenak menjauh dari rutinitas; menjauh dari polusi lalu lintas, udara dan bisingnya kota besar yang terkadang memancing emosi.
Ketika rencana sederhana tersebut tercetus, menjadi semacam pembangkit ide untuk kreatif dan sebuah pertanyaan pun meluncur,”mungkinkah kita membuat liburan kali ini menjadi liburan yang tidak biasa dan tak terlupakan?” ... dan ...
“WritingCampBintan” pun menjadi pilihan. Apakah itu?
Lalu kenapa menjadi “WritingCampBintan”?
Kenapa harus Bintan?
Kepada siapa kami menawarkan WritingCampBintan?
Kapan dan berapa lama WritingCampBintan ini diselenggarakan?
Singapore? Apakah kegiatan outdoor class akan dilanjutkan di Singapore?
Berapa biaya yang harus dibayarkan untuk mengikuti kegiatan WritingCampBintan ini?
Jika ada peserta berdomisi di Batam/Bintan, apakah boleh mengikuti WritingCampBintan? Berapa biayanya?
Mmm ... apa yang akan diperoleh setelah mengikuti workshop ini?
Hanya itu? Adakah informasi lain yang perlu diketahui?
Tak sabar rasanya ingin berlari di pesisir pantai yang bersih, menikmati senja diiringi cantiknya matahari yang tenggelam di batas cakrawala, langit malam yang bertabur bintang, mendapat sapa ramah dari kunang-kunang!
Maka, bukan tidak mungkin akan banyak cerita yang mengalir dari sana kelak ... dan itu, bisa jadi berasal dari ide kreatifmu yang terbuka lebar, keberanianmu untuk menuangkannya dalam untaian kata yang manis.
Berawal dari sebuah rencana sederhana untuk sejenak menjauh dari rutinitas; menjauh dari polusi lalu lintas, udara dan bisingnya kota besar yang terkadang memancing emosi.
Ketika rencana sederhana tersebut tercetus, menjadi semacam pembangkit ide untuk kreatif dan sebuah pertanyaan pun meluncur,”mungkinkah kita membuat liburan kali ini menjadi liburan yang tidak biasa dan tak terlupakan?” ... dan ...
“WritingCampBintan” pun menjadi pilihan. Apakah itu?
WritingCampBintan merupakan liburan yang agenda utamanya adalah belajar menulis! Ragam tulisan akan dibahas dalam WritingCampBintan ini, disamping tentu saja hal-hal terkait dengan kepenulisan itu sendiri.
Lalu kenapa menjadi “WritingCampBintan”?
Karena liburan sambil belajar menulis kali ini akan diselenggarakan di Pulau Bintan dengan konsep outdoor workshop. Nah, berikut detailnya:
WritingCampBintan, diselenggarakan bagi kamu yang ingin belajar menulis dan mempelajari hal-hal penting lain yang berhubungan dengan dunia kepenulisan seperti riset untuk mendapatkan data untuk tulisanmu juga belajar tentang masalah royalti. Royalti merupakan bentuk apresiasi yang kamu peroleh dari pihak penerbit yang menerbitkan buku karanganmu.
Kenapa harus Bintan?
Kenapa tidak? Disaat Bandung sudah mulai sesak saat musim libur tiba, Bali tak beda dengan Jakarta menjadi padat, Bunaken yang sudah biasa didengar keindahannya; maka kecantikan pulau Bintan pun ditawarkan, genap dengan segala hal yang ada di sana.
Kepada siapa kami menawarkan WritingCampBintan?
Kamu yang ingin belajar menulis dari senior yang sudah menghasilkan banyak karya. Kamu yang ingin tahu banyak tentang dunia kepenulisan. Kamu yang ingin mendengar langsung tentang royalti dari penerbit buku terkenal. Kamu, young passionate people ... berusia 15 tahun sampai 40 tahun! Tidak terlalu tua kah usia 40 tahun? Bagi kami, tidak!
Kapan dan berapa lama WritingCampBintan ini diselenggarakan?
Secara keseluruhan kegiatan ini akan diselenggarakan mulai tanggal 26 Juni 2012 sampai 29 Juni 2012 dengan komposisi waktu 3 hari 2 malam (26-28 Juni 2012) di kawasan Bintan Resorts – Pulau Bintan, Indonesia dan 2 hari 1 malam (28-29 Juni 2012) di Singapore.
Singapore? Apakah kegiatan outdoor class akan dilanjutkan di Singapore?
Free and easy, dapat kamu manfaatkan untuk berjalan-jalan sekaligus melakukan riset kecil. Karena bukan tidak mungkin, ide bermunculan selama liburan termasuk ketika kami memberi kamu kesempatan untuk menjelajah Singapore sendiri.
Berapa biaya yang harus dibayarkan untuk mengikuti kegiatan WritingCampBintan ini?
Rp. 6.030.000,-/orang sudah termasuk tiket pesawat pp, tiket ferry pp, akomodasi selama di Bintan Resorts dan Singapore (tidak termasuk jika kamu berniat untuk memperpanjang masa liburan di Singapore), uang saku, biaya workshop, Mangrove Discovery Tour (catt. tour tergantung cuaca).
Jika ada peserta berdomisi di Batam/Bintan, apakah boleh mengikuti WritingCampBintan? Berapa biayanya?
Sangat boleh! Karena kegiatan ini tidak membatasi lokasi tempat tinggal kamu. Biaya yang dikenakan disesuaikan dengan lokasi kamu, yaitu sebesar Rp. 3.660.000,-/orang. Biaya tersebut sudah termasuk biaya transportasi menuju/dari kawasan Bintan Resorts, akomodasi selama mengikuti WritingCampBintan di Bintan Resorts, biaya workshop, Mangrove Discovery Tour (catt. tour tergantung cuaca).
Mmm ... apa yang akan diperoleh setelah mengikuti workshop ini?
Ilmu, jelas! Teman, iya! Peluang untuk karyamu diterbitkan oleh major publisher, terbuka lebar!
Hanya itu? Adakah informasi lain yang perlu diketahui?
Informasi lebih lanjut, sila kirimkan e-mail ke veni@funtastrip.com!
Tak sabar rasanya ingin berlari di pesisir pantai yang bersih, menikmati senja diiringi cantiknya matahari yang tenggelam di batas cakrawala, langit malam yang bertabur bintang, mendapat sapa ramah dari kunang-kunang!
Maka, bukan tidak mungkin akan banyak cerita yang mengalir dari sana kelak ... dan itu, bisa jadi berasal dari ide kreatifmu yang terbuka lebar, keberanianmu untuk menuangkannya dalam untaian kata yang manis.
Kamis, 24 Mei 2012
#WritingCampBintan - Funtastrip!
jual bantal foto
Yuk, yuk, ikutan!
Writing Camp Bintan adalah program liburan sekaligus workshop menulis!
Selain menikmati dan menyusuri eksotisme Pulau Bintan,
kita juga akan dibawa sekalian untuk exploring Singapura!
Wohooo ... jadikan liburan kamu kali ini lebih asyik dan penuh ilmu.
Untuk detil acara dan biaya, silakan drop email kamu ke veni@funtastrip.com
atau isi form di http://bit.ly/Ljg7RO
Selasa, 08 Mei 2012
[Segera Terbit] Norak-Norak Bergembira
jual bantal foto
Yah, namanya aja baru pertama kali ke luar negeri,
jadi penasaran banget seperti apa sih luar negeri itu.
Apakah orang-orang di sana punya rambut?
Apakah orang-orang di sana kalau jalan suka sambil kayang?
"Geplak! Kayak nggak punya TV aja!"
Pengalaman pertama keluar dari negeri tercinta ini
memang biasanya paling seru dan paling diingat
oleh mereka-mereka yang sudah sering keluar negeri.
Pengalaman gegar waktu, gegar budaya, dan yang paling parah, gegar bahasa.
Dalam buku ini, terkumpul cerita jalan-jalan paling aneh,
dari orang-orang paling norak.
Minggu, 22 April 2012
Jumat, 20 April 2012
BZ Magazine edisi April 2012
jual bantal foto
Bangga rasanya saat dipercaya memimpin redaksi untuk penerbitan BZ Magazine edisi April 2012 ini. Meski sejak awal tahun ini saya didera begitu banyak kesibukan di kantor, tapi kepercayaan ini terlalu sayang untuk dilewatkan. Karena itulah, di sela-sela kesibukan rutin yang saya kerjakan, saya berupaya bisa melaksanakan tugas ini sebaik-baiknya. Alhamdulillah, meski sempat keteteran, tapi dukungan seluruh jajaran redaksi, BZ edisi 27/April 2012 ini akhirnya bisa terbit juga. Alhamdulillah.
Oya, yang belum paham, BZ adalah majalah online yang dikelola oleh Blogfam (blogger family), sebuah komunitas blogger tertua di Indonesia. Sebelum hadir kembali pada tahun 2012 ini, BZ dulu sempat terbit teratur bulanan dan kemudian vakum selama 4 tahun. Mulai Pebruari 2012, Redaksi Blogfam kembali menyundul kegiatan penerbitan ini dan berusaha untuk eksis kembali setiap bulannya dengan beragam informasi seputar dunia blogging.
Untuk edisi April 2012 ini, laporan utama menyorot tentang fenomena BLOOK, blog yang dialihmediakan menjadi buku. Untuk itu redaksi BZ berhasil mewawancarai Ang Tek Khun selaku owner dari Penerbit Gradien Mediatama, yang selama ini sudah banyak menerbitkan Blook dan rata-rata sukses di pasaran. Selain itu, redaksi juga berhasil narablog yang kemudian lebih dikenal sebagai Penulis. Ada Cik Kerani, yang mendadak ngetop karena blook-nya yang berjudul 'My Stupid Boss' laris manis di pasaran buku tanah air. Ada pula wawancara dengan Lalu Abdul Fatah, blogger yang mulai memantapkan diri sebagai travel writer, dan sudah berhasil menerbitkan buku panduan wisata berjudul Travelicious Lombok.
Jangan lewatkan pula kilas kabar dari Dee Lestari yang baru saja menerbitkan novel Partikel dan novel Perahu Kertas-nya yang segera dilayarlebarkan. Tak hanya itu, dari dunia komik, simak cerita seru dari Hikmat Darmawan dan Pengajian Komiknya. Tak lupa laporan seputar komunitas blogger yang kali ini meliput Komunitas Blogger Papua. Dan juga artikel tentang Jurus Mencampur Bahasa di Blog.
Semoga berkenan. :)
Bangga rasanya saat dipercaya memimpin redaksi untuk penerbitan BZ Magazine edisi April 2012 ini. Meski sejak awal tahun ini saya didera begitu banyak kesibukan di kantor, tapi kepercayaan ini terlalu sayang untuk dilewatkan. Karena itulah, di sela-sela kesibukan rutin yang saya kerjakan, saya berupaya bisa melaksanakan tugas ini sebaik-baiknya. Alhamdulillah, meski sempat keteteran, tapi dukungan seluruh jajaran redaksi, BZ edisi 27/April 2012 ini akhirnya bisa terbit juga. Alhamdulillah.
Oya, yang belum paham, BZ adalah majalah online yang dikelola oleh Blogfam (blogger family), sebuah komunitas blogger tertua di Indonesia. Sebelum hadir kembali pada tahun 2012 ini, BZ dulu sempat terbit teratur bulanan dan kemudian vakum selama 4 tahun. Mulai Pebruari 2012, Redaksi Blogfam kembali menyundul kegiatan penerbitan ini dan berusaha untuk eksis kembali setiap bulannya dengan beragam informasi seputar dunia blogging.
Untuk edisi April 2012 ini, laporan utama menyorot tentang fenomena BLOOK, blog yang dialihmediakan menjadi buku. Untuk itu redaksi BZ berhasil mewawancarai Ang Tek Khun selaku owner dari Penerbit Gradien Mediatama, yang selama ini sudah banyak menerbitkan Blook dan rata-rata sukses di pasaran. Selain itu, redaksi juga berhasil narablog yang kemudian lebih dikenal sebagai Penulis. Ada Cik Kerani, yang mendadak ngetop karena blook-nya yang berjudul 'My Stupid Boss' laris manis di pasaran buku tanah air. Ada pula wawancara dengan Lalu Abdul Fatah, blogger yang mulai memantapkan diri sebagai travel writer, dan sudah berhasil menerbitkan buku panduan wisata berjudul Travelicious Lombok.
Jangan lewatkan pula kilas kabar dari Dee Lestari yang baru saja menerbitkan novel Partikel dan novel Perahu Kertas-nya yang segera dilayarlebarkan. Tak hanya itu, dari dunia komik, simak cerita seru dari Hikmat Darmawan dan Pengajian Komiknya. Tak lupa laporan seputar komunitas blogger yang kali ini meliput Komunitas Blogger Papua. Dan juga artikel tentang Jurus Mencampur Bahasa di Blog.
BZ Edisi April bisa diunduh di sini :
Semoga berkenan. :)
Rabu, 11 April 2012
[Tips] Mengejar Endorsment
jual bantal foto
Semoga membantu. :)
Seberapa penting kah sebuah endorsement pada saat memutuskan membeli sebuah buku? Tergantung orangnya juga sih. Banyak yang lebih memilih mengabaikannya, tapi tak sedikit juga yang tergiur karena deretan endorsement plus nama endorsernya. Meski begitu, toh tak sedikit penerbit yang masih menggunakan peran endorsment sebagai strategi marketing buku-buku mereka agar lebih menarik perhatian calon pembaca.
Buat penulis (tidak semua memang), ada kebanggaan juga kalau naskahnya mendapatkan endorsement dari orang-orang hebat. Seperti yang kita tahu, yang terpilih menjadi endorser setidaknya adalah orang-orang pilihan; selebritis, publik figur, orang-orang yang cukup terpandang di bidangnya, Penulis dengan jam terbang tinggi, atau bahkan sekadar penikmat buku terpilih. Senang rasanya mereka mau menorehkan sedikit komentarnya untuk buku yang kita tulis.
Pencarian endorser tidak melulu dilakukan oleh penerbit. Terkadang Penulis pun harus terjun untuk pencarian endorser yang dikira tepat. Beberapa novel saya pernah mendapatkan endorsement dari selebritis yang sudah diusahakan sendiri oleh penerbit (asyiiik). Tapi di beberapa novel lain, saya pun terjun sendiri mengejar endorser. Seru juga sih, karena merasa semakin terlibat dalam proses penerbitan buku secara keseluruhan.
Lalu, nyari endorser itu seperti apa sih? Ada beberapa hal yang mungkin bisa saya share bagi yang membutuhkan informasi seperti ini, khususnya yang ingin mencari endorser sendiri untuk calon bukunya :
- Tentukan siapa yang akan dipilih jadi endorser
Memilih endorser memang tidak bisa sembarangan. Kehadiran endorser diharapkan dapat mencuri perhatian dan menjadi poin lebih bagi bukunya. Karena itu, pilihlah nama-nama yang bisa menjual. Seorang publik figur sering dijadikan pilihan. Kalau kamu memiliki link ke para selebritas, ayo manfaatkan! Saya ingat dulu sempat memanfaatkan seorang teman yang merupakan kakak ipar Indra Bruggman untuk mendapatkan endorsementnya. Berhasil!
Sasaran lain untuk ditembak menjadi endorser biasanya sesama penulis. Selain sudah saling mengenal dan bisa memanfaatkan hubungan pertemanan, seorang penulis pun biasanya memiliki fans tersendiri. Diharapkan kalau idolanya membubuhkan endorsement di suatu buku, fansnya pun akan tertarik untuk membaca/membeli buku tersebut. Benar kan kalau endorsment adalah bagian dari strategi marketing?
- Diskusikan calon endorser dengan Penerbit
Jangan sampai setelah susah-susah cari endorsement, eh ternyata pihak penerbit menolak nama endorser tersebut dengan alasan kurang menjual. Pasti ada perasaan tidak nyaman kalau harus menyampaikan kepada endorser tersebut kalau endorsementnya tidak jadi dicantumkan. Karena itu, diskusikan dari awal siapa calon-calon endorser yang akan dipilih. Kalau ternyata penerbit oke, baru deh kamu kejar endorsernya.
- Hubungi calon endorser jauh-jauh hari
Tidak setiap orang memiliki banyak waktu luang. Hindarkan menghubungi calon endorser dan memberikan deadline yang sangat mepet. Kita tidak bisa menduga kesibukan apa yang sedang mereka kerjakan. Bisa jadi kita sendiri yang akan kecewa karena mereka bahkan tidak sempat membaca naskahnya dan batal memberikan endorsementnya. Untuk mengatasi hal ini, diskusikan kebutuhan endorser ini dengan editor jauh-jauh hari, sehingga kita bisa memiliki cukup waktu untuk mengejar calon endorser.
- Naskah yang rapi
Alangkah menyenangkannya para endorser kalau membaca naskah yang sudah tersusun baik dan rapi. Hindarkan naskah yang masih terlihat ‘keriting’; typo bertaburan, tanda baca yang berantakan, atau susunan halaman yang acak-acakan. Kita pun tentu tidak ingin calon endorser mengerutkan kening pas baca naskahnya, kan? Kalau bisa, mintalah naskah yang sudah diedit ke editornya, sehingga naskah yang disebar ke endorser pun sudah jauh lebih cantik.
Ada beberapa endorser yang kadang menyampaikan tidak memiliki banyak waktu untuk membaca keseluruhan naskah. Karena itu, siapkan naskah ‘khusus’ apabila menemui hal seperti ini. Sebuah sinopsis lengkap yang menggambarkan keseluruhan isi buku, atau beberapa bab awal dari naskah. Biasanya dari sana endorser dapat ‘membaca’ apa yang harus ditulisnya.
- Honor/Imbal balik
Berapa sih honor untuk seorang endorser? Ada beberapa orang yang pernah menanyakan hal ini. Secara umum dan sudah menjadi lazim di kalangan dunia penulisan, tidak ada honor untuk endorser apabila diminta memberikan endorsement. Tapi, sebagai imbal balik atas jasa yang sudah diberikan, biasanya penerbit akan mengirimkan satu (ada juga yang dua) eks bukunya apabila sudah selesai cetak. Kalau penerbit ternyata tidak menyediakan, maka tanggungjawab penulis lah yang menyediakan buku tersebut untuk para endorser.
Keadaannya bisa lain apabila meminta endorsement kepada publik figur atau tenaga ahli. Terkadang ada juga yang memberikan tarif apabila bermaksud meminta endorsement dari yang bersangkutan. Kalau mau aman, pada saat melamarnya jadi endorser, sampaikan pula tentang imbal balik yang akan diberikan nanti. Kalau memiliki budget untuk membayar tentu tidak masalah kalau mereka meminta tarif tertentu. Tapi kalau tidak, lebih baik cari endorser lain saja.
Oya, meski saya baru menjumpai satu saja, ternyata ada juga penerbit yang memberikan honor untuk para endorser. Cihuy, kan?
Semoga membantu. :)
Langganan:
Postingan (Atom)





